Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
1.10.2010
KU AKUI KU KALAH...!
Semakin aku ingin memejamkan mata ini, semakin aku sungguh melihat senyumanmu sangatlah jelas. bagaimana tidak, seharian ini aku bersama senyumannya itu. senyuman yang hingga kini tak kumengerti maknanya. akupun tak mengerti apakah kau memang selalu tersenyum seperti itu atau memang hanya untukku. ah.... terlalu naif bagiku untuk berfikir itu. tapi masalahnya malam ini memang serasa panjang sekali. aku benar-benar tak bisa terlelap sedikitpun. mata ini serasa tak bisa lelap, karna senyuman itu selalu saja menjaga tiap lelapku. kenapa malam ini. ada apa denganku... lalu senyap....(kejadian tadi siang)ah.... lagi-lagi senyuman mu menggores hatiku, apa memang kau selalu tersenyum seperti itu atau.....kau begitu ceria, apa memang kau selalu begitu atau....."kemanah lagi nih kita" aku bertanya padamu sambil menahan hati yang terus berdebar, "ke rumah Ika, tau kan?" dan lagi-lagi kau sunggingkan senyuman itu... sepeda motormu berlaju kencang, bagai ditiup angin kurasa, aku serasa di awang-awang, entah dari kapan kurasakan ini. tapi sepertinya baru-baru ini. karna seharusnya kemarin... ya kemarin aku masih terlalu cuek dan biasa saja, apa mungkin karna tadi malam? ah.... aku terus berfikir.... karna malam tadi aku jadi sangat begitu memperhatikanya, dan tak sengaja pula aku masukan senyumnya kehati ini. benarkah???? (malam sebelumnya)bipp...bipp.... suara Nokia 2630ku "maniesss..... jadi gak nih, mumpung aku masih blum pulang" ah... ni manusia paling gombal.... dasar... aku masih sibuk dengan pekerjaanku, jariku tetap mengetik sms "jadi lah!!" ku kirim padanya, lalu aku kembali larut dengan pekerjaanku... bippp...bipp... "oke deh... sekarang lagi dimana? dijmput dimanah nih? dikost ajah yah" ah.... ni manusia cerewet banget, gak tau kalau aku sedanga sibuk-sibuknya, ku ketik balasan "ok" lalu kembali aku sibuk dengan pekerjaanku,memang sebelumnya ku menawarkan padanya untuk menghadiri acaraku malam ini, aku berfikir dari pada sendirian, kan lumayan ada yang bonceng dan gak terlalu lelah. aku pun awalnya kaget kenapa dia langsung meng"iyah"kan ketika aku menawarkan acaraku padanya, padahal jujur aku hanya basa-basi saja. tapi ketika ku tau ai amu aku pun tak berkeberatan, karna akupun merasa teebantu,,,....padahal aku denganya gak begitu dekat, kami akhir-akhir ini memang dekat karna ia selalu bersamaan dengan sahabatku. kebetulan pula ia memang satu kepanitiaan suatu acara yg aku pegang. wah.... aku anggap ini hal yang biasa...(waktu pulang kerja)sampai di kost aku langsung menelponya "yah... tunggu sebentar, aku lagi dijalan" kalimat di seberang sana. aku menunggu di depan gerbang, tak lama datang seorang laki-laki jaket hitam.... tak banyak bicara aku langsung naik ke motornya "ayo brangkat!!!" aku bersemangat. aku bersaemangat malam itu karna aku berfikir akan bertemu teman2 dekatku di acara itu, lama perjalanan kami bicara hal-hal yang sangat biasa-bisa saja. tak ada yang sepesial. bercanda dan melaju terus ketempat acara. sampai dijalan aku masih harus menahan kecewa karana kita harus mencari alamt terlebi dahulu. sejam lewat bertanya sini dan sanah, dua jam lewat.... akhirnya aku menemukanya, oh sungguh ada rasa tak enak padanya, ini sunguh sudah larut malam, dan begitu sabarnya ia. sangat sabar mencari alamt... masih bisa tertawa dan canda ria.... aku tertegun. tenyata ia baik... ^_^sampai ditempat acara sangatlah malam. aku sibuk dengan teman2ku.ia tetap sabar, aku memperkenalkannya pada semua temanku. sedikit canda padanya.. "nanti kalau ada yang tanya kamu sipanya aku, bilang ajah pacarnya yah".... kau tertawa sambil mengiyah kan dengan dalam..... aku senang.... yah setidaknya da beberapa orang yang akan mundur setelah mendengar ini, dan aku jadi tak terganggu lagi. aku senang... tanpa aku sadari aku semakin kagum padamu....selesai acara... kita belum tidur malam itu, kau tetap masih sabar, bahkan hingga aku menyusahkan mu dengan harus tidur dimotor, yang ku tau itu berbahaya, kau tak cerewat, masih tetap sabar.... dan akupun semakin tertegun dan kagum....sampai dikost, kau malah mengajaku berkeliling hingga sore hari... kau masih tetap sabar, tetap ceria dan tetap semangat. aku semakin dan semakin kagum. hingga tanpa kusadari aku mengagumi mu saat itu. kau tau aku harus kerja malam, kau menunggu ku hingga malam tiba, aku terlalu lelah dan tak menghiraukan mu lagi, aku masuk kamar dan tidur, ketika alarem berbunyi di tengah malam, aku bersiap untuk ambil sif kerjaku, pintu kubuka sungguh aku tertegun kau masih disana. di depn kamar kosku. kau tertidur dilantai tanpa alas, tanpa bantal dan tanpa selimut. aku terpaku melihatmu. sungguh hatiku tertusuk. kenapa kau masih disini. lalu aku teringat tanyamu padaku "nanti brangkat kerja naik apa? ya udah biar aku anter" aku sadar dari lamunanku, kusentuh dahimu... kau membuka matamu... lalu tanpa pikr panjang kau ambil nasi bungkus yang kau beli sebelum aku tidur "makan dulu nih"... aku mengeleng "ga nafsu. dah untuk mu sajah...".... aku sungguh sudah tak bernafsu makan melihatnya seperti ini, aku hanyut daam perasaanku dan diam melihatnya memakan nasi jatahku, selesai makan aku langsung diantarnya ketempat kerja, masih dengan semangat dan senyumnya.... tapi aku masih diam... terpaku.....(malam ini)mungkin karna hal ini.... mungkin karna hari itu.... aku sungguh tak bisa terpejam.... terus teringat senyumnya.... semangatnya.... kesabaranya.... canda tawanya yang awalnya kurasa biasa saja, jadi indah kukenang.... dan aku pun semakin mengerti, kali ini aku kalah dengan malam.... aku kalah.... karna malam ini aku merindukanya....
TEROR
semua itu berawal dari kejadian ketika aku masih kuliah. seseorang yang dulunya jelek,bau, dan cupu. tapi sekarang dia populer,cantik,dan keren. semua laki-laki menyukainya. aku tidak iri,marah atapun curiga padanya walupun banyak orang yang kesal padanya tapi tak bisa ku duga dia berbuat seperti itu....
***
"Baiklah,kalian tahu sebentar lagi akan liburan maka minggu depan kita akan kemah di hutan ponorogo mengerti semuanya???"kata kak senior "mengerti kak"kata kami semua.waktu pun terus berlalu akhirnya waktu untuk kemah pun datang aku bersama temanku,nindy segera ke kampusku pukul 08.00 pagi. setelah sampai di kampus rini menabrakku dengan wajah penuh kebencian."maaf"kata rini dengan sinis "iya tidak apa-apa"kataku ramah dia langsung menatapku dengan kaget! setelah menatap wajahku dia pun pergi berlalu."kenapa si rini ya?"kata nindy bingung "sudahlah! yuk kita ke bis sebelom ketinggalan okey!"kataku. 3 jam berlalu... "Janita tolong cari kayu bakar bersama rini ya"teriak roki ketua kelompok kami. "ya,ayo rini"kata ku mengajak rini yang dari tadi melamun. "rini ambil kayu bakar di sana ya aku mengambil kayu bakar di situ oke!"kataku mengedipkan mata."iya"kata rini datar.stelah aku merasa cukup menemukan kayu bakar aku pun langsung menuju tempat di mana aku dan rini janjian ."eh,rini sudah lama"tanyaku kepada rini "sudah"sambil meremas sebuah kertas."kertas apaan ytuh?"kataku "bkan apa-apa!"katanya lalu prgi.
malam pun tiba aku pun segera tidur tetapi aku tidak melihat rini dan risa mungkin mereka lagi diluar pikirku dan aku pun segera tidur.
pagi ini cerah aku pun segera mengambil mi instan di tasku tapi ada teriakan dari chacha aku dan para guru spontan langsung lari menuju tempat di mana chacha teriak setelah satu menit berlari kami menemuka risa mati secara mengenaskan jantung,paru-paru,mata dan lidahnya hilang tidak di temukan jantung/lidah di manapun akhirnya kami segera pulang namun sebelum pulang ternyata ada surat di jaket risa yang bertulisan "dia yang pertama selanjutnya adalah dia!!!" kami pun langsung menelepon polisi setempat tapi kelompok kami masih diam dan ketakutan......
***
"Baiklah,kalian tahu sebentar lagi akan liburan maka minggu depan kita akan kemah di hutan ponorogo mengerti semuanya???"kata kak senior "mengerti kak"kata kami semua.waktu pun terus berlalu akhirnya waktu untuk kemah pun datang aku bersama temanku,nindy segera ke kampusku pukul 08.00 pagi. setelah sampai di kampus rini menabrakku dengan wajah penuh kebencian."maaf"kata rini dengan sinis "iya tidak apa-apa"kataku ramah dia langsung menatapku dengan kaget! setelah menatap wajahku dia pun pergi berlalu."kenapa si rini ya?"kata nindy bingung "sudahlah! yuk kita ke bis sebelom ketinggalan okey!"kataku. 3 jam berlalu... "Janita tolong cari kayu bakar bersama rini ya"teriak roki ketua kelompok kami. "ya,ayo rini"kata ku mengajak rini yang dari tadi melamun. "rini ambil kayu bakar di sana ya aku mengambil kayu bakar di situ oke!"kataku mengedipkan mata."iya"kata rini datar.stelah aku merasa cukup menemukan kayu bakar aku pun langsung menuju tempat di mana aku dan rini janjian ."eh,rini sudah lama"tanyaku kepada rini "sudah"sambil meremas sebuah kertas."kertas apaan ytuh?"kataku "bkan apa-apa!"katanya lalu prgi.
malam pun tiba aku pun segera tidur tetapi aku tidak melihat rini dan risa mungkin mereka lagi diluar pikirku dan aku pun segera tidur.
pagi ini cerah aku pun segera mengambil mi instan di tasku tapi ada teriakan dari chacha aku dan para guru spontan langsung lari menuju tempat di mana chacha teriak setelah satu menit berlari kami menemuka risa mati secara mengenaskan jantung,paru-paru,mata dan lidahnya hilang tidak di temukan jantung/lidah di manapun akhirnya kami segera pulang namun sebelum pulang ternyata ada surat di jaket risa yang bertulisan "dia yang pertama selanjutnya adalah dia!!!" kami pun langsung menelepon polisi setempat tapi kelompok kami masih diam dan ketakutan......
HARI RABU YANG MENYEBALKAN
Hari rabu, hari yang sangat membosankan bagi bayu. Sebab pada hari itu, dia akan bertemu dengan banyak sekali pelajaran disekolahnya. Sambil ngoceh sendiri, dia berangkat ke sekolahnya. “ Huh, hari ini ketemu matematika lagi” ucapnya dalam hati.Tapi, jam sudah hampir setengah delapan. “Wah telat!!! Di hukum…”. Tanpa pikir panjang lagi, bayu semakin cepat saja nge_gas mionya brummmm….. Akhirnya dia sampai juga di sekolahnya. Jordi dan Agus kebetulan datang bersamaan dengannya. Sambil cerita – cerita bola, mereka bertiga masuk ke kelasnya. Jordi dan Agus adalah teman baik bayu. Jordi selalu memberi motivsi Bayu supaya mencari cewek (pacar). Padahal saat itu dia sendiri belum punya pacar. Waktu itu keadaan di sekolah sangat sepi. “Kok tumben kayak gini ya?” Tanya jordi pada agus. “Mungkin ini karena kelas XII lagi olahraga kali”. Agus menjawab. “Mungkin juga ya, sekarangkan hari rabu jadwal kelas XII ujian praktek olahraga.” “Mungkin” agus menimpali. Sampai di kelas XI B mereka langsung duduk di bangku mereka masing – masing dan menaruh tas yang mereka gendong sedari tadi. Tak lama kemudian teman – teman yang lainnya datang. Mereka juga segera mencari bangku mereka masing – masing dan duduk santai sejenak. Tel, tet, tet…. Bel masuk berbunyi. Semua anak yang masih diam di luar kelas segera berlarian masuk ke dalam kelas. Tak lama kemudian, pelajaran pertama di mulai. Yang pertama hari itu adalah pelajaran matematika. Pelajaran yang membuat semua anak bosan. Terutama jordi, terus saja mengeluh bosan. “Tapi bel baru saja berbunyi, masih 1 jam lagi” bayu menanggapi keluh temanya itu. Tapi, tanpa terasa tet…. Bel panjang terdengar tandanya jam pergantian pelajar. “Yes… matik sudah selesai” jordi dengan girang berteriak sampai lupa di kelasnya masih ada guru. Sambil menutupi mukanya dia meminta maaf pada Pak Dede yang notabene adalah Master of Matik di sekolah itu. Guru kedua pun masuk ke kelas XI B. “Berdiri, beri salam” dengan gagah bayu berkelakar. “Selamat siang Bu” semua anak XI B memberi salam pada Bu Ayu, guru IPS yang galak banget. Kali ini bayu yang berkeluh bosan. Setelah berapa lama menjelaskan materi, “Anak – anak ada yang bertanya?” Tanya bu ayu. Tapi semuanya diam. “Lho kok diam, pada bisu yaw!” “Kalo begitu sekarang kita ulangan!” ancamnya. Tet, tet, tet, belum selesai satu soal di bacakan bel istirahat sudah berbunyi. Agus dengan tergesa – gesa segera ke kantin untuk makan. Waktu istirahat memang tidak lama cuma 15 menit saja. Tapi, istirahatnya dua kali dalam 1 hari.Dan even itu pun muncul. Pada pelajaran ketiga, Kimia. “Kok yang muncul Pak Indra yaw? Bukanya Pak Indra itu guru Sejarah” pikir bayu dalam hatinya. O tidak,,, rupanya Bu Ida yang notabene guru kimia Bayu cuti melahirkan. Jadinya sekarang ada guru baru yang sementara menggantikannya dan Pak Indra menggantarnya kelas Bayu. Semua anak berharap guru yang baru ini baik dan ga galak. Tuk, tuk, tuk,,,, dentakan sepatu high hills langsung saja terdengar merdu. Ketika itu, tiba – tiba aroma wangi menyerbak begitu aja. Awan yang mendung seketika itu berubah cerah. “Amazing,, gurunya cantik banget”. Piuitttttt,,, semua anak XI B menggoda. “Kalo ini yang ngajar bakalan betah belajar nie” kata jordi. “Berdiri, beri salam. Selamat siang Bu”. Semuanya semangat sekali. “Perkenalkan, nama ibu Esaty, kalian boleh panggil Ibu, Bu Esa” katanya sebari jemari lentiknya mengambil boardmaker dan langsung menulis di sebuah papan putih yang tergantung rapi di dinding. Umur ibu 23 tahun. “Alamatnya ya bu?” Tanya agus penasaran. “Rumah ibu di jalan Kenanga 12” jawab guru cantik itu. “Ibu disini ngajar menggantikan sementara Ibu Ida yang lagi cuti hamil”. “Ngajar terus juga nga apa – apa kok bu” protes bayu. “Ibu punya adik SMA nga?” Tanya seorang murid. “Cukup ya sesi bertanyanya, kita langsung belajar aja biar kalian tidak ketinggalan pelajaran” katanya lagi. “Hu,,,,,,” semuanya protes. Bayu yang sedari tadi bengong, tidak bisa berkata apa, tambah gemeteran ketika Bu Esa berjalan mendekatinya. “Gimana bisa mengerjakan soal no 4?” Tanya guru itu. “Bi,,,bi,,sa,,,Bu”. bayu menjawabnya dengan terbata – bata. Semuanya pun menyoraki bayu. “Udah, udah”. Bu esa menenangkan suasana. Tidak lama kemudian bel pulang berbunyi 3 kali. “Anak – anak sampai disini dulu yaw, minggu depan kita lanjutkan lagi” kata terakhir dari Bu Esa hari itu.“Jor, Bu Esa cantik banget yaw!” terang bayu pada jordi. “Yoi yo,,” jordi hanya menganguk. Sampai di rumah bayu hanya ingat pada guru barunya itu. Dia berhayal bisa pacaran sama Bu Esa. Tapi nga masuk akal banget. Masak ada anak 17 tahunan jadian sama Guru yang umurnya 7 tahun lebih tua. Aduh,, ada – ada aja anak ini.Hari – hari udah berjalan, seperti biasa disekolah nga ada yang menarik, tampak biasa – biasa aja. Itu karena Bu Esanya cuma ngajarnya hari rabu aja. Jadinya ketemunya sekali aja seminggu.Hari rabu pun datang lagi. Tapi hari rabu ini lain, nga ngebosenin lagi. Sejak guru itu datang hari rabu berubah jadi hari yang paling di tungu - tungu. Seperti minggu lalu, bayu lagi – lagi nga bisa ngomong apa – apa di kelas, padahal sebenernya bayu anak yang paling rebut di kelas XI B. Tapi tiap pelajaran kimia dia diam aja. Emang bener kalo ada hal yang seru waktu itu jadi cepat banget nga kerasa aja bel pulang sudah berbunyi. Tapi sebelum pulang bayu sempat nanya ke Bu Esa “Bu punya facebook nga?” “Punya!” jawabnya “Apa nama usernya, Bu?” Tanya bayu lagi “Minggu depan saya kasi tau!” jawabnya lagi. “Yaw udah deh”.Hari itu tiba lagi. Tapi, rabu ini berubah kelam. Bu Esa nga ngajar, dia ijin!. Bayu yang nunggu hari itu tertunduk lemas dan nga mau mengerjakan tugas dari Bu Esa, karena terlanjur kecewa. Ketika bel bunyi dia langsung pulang tanpa ngumpul tugas. Bayu kembali nunggu hari rabu, tapi hari rabu ini sama saja. Bu Esa nga ngajar lagi. Rabu berikutnya pun sama. Rabu datang lagi, tapi rabu ini tambah kelam saja. Ketika bel untuk pelajaran ketiga berbunyi, memang ada guru yang masuk ke kelas XI B, tapi ini lain. Bukan aroma parfum Bu Esa. Dentakan sepatunya pun terdengar fals, tak seperti suara high hills yang sering terdengar pada hari rabu sebelumnya. Ha… Bu Ida ngajar lagi! berarti…. Yaw bener Bu Esa udah nga ngajar kimia lagi. Soalnya Bu Ida cuma sebulan aja ngambil cuti melahirkannya. Berjuta asa itu pecah berantakan, terpencar ke segala arah dan perlahan hilang di sapu kekecewaan. Betapa itu yang di rasakan bayu. Dia kembali merenung dengan memutar lagu – lagu sedih yang ada di blackberynya.
Langganan:
Postingan (Atom)